Medan, Rabu, 2 September 2026 – Curah hujan yang berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB, kembali menyebabkan genangan air dan banjir di kawasan Jalan Willem Iskandar, tepatnya di depan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang karena kendaraan terpaksa berjalan sangat lambat untuk menghindari genangan yang cukup tinggi.
Banjir yang terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga deras tersebut menunjukkan bahwa kawasan Jalan Willem Iskandar masih rentan terhadap genangan air meskipun hujan hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat. Air yang menggenang di sejumlah titik jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu, khususnya para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Akibat genangan yang mencapai ketinggian tertentu di beberapa ruas jalan, banyak pengendara sepeda motor mengalami kesulitan saat melintas. Bahkan, sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok dan mati mesin setelah menerobos banjir. Para pengendara terpaksa menuntun kendaraannya menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu air surut.
Kemacetan pun tidak dapat dihindari. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular dari kedua arah. Banyak pengemudi memilih mengurangi kecepatan secara signifikan demi keselamatan dan menghindari kerusakan kendaraan akibat genangan air. Situasi tersebut menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem drainase di kawasan Jalan Willem Iskandar. Pasalnya, lokasi ini kerap mengalami genangan dan banjir setiap kali hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, sehingga menimbulkan gangguan terhadap mobilitas warga, aktivitas pendidikan, maupun kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
Peristiwa banjir yang kembali terjadi pada Rabu (2/9/2026) ini menjadi pengingat pentingnya penanganan drainase dan pengelolaan tata air perkotaan yang lebih optimal agar kawasan strategis seperti depan UNIMED tidak lagi menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun, meskipun hanya dalam durasi sekitar satu jam.


