MEDAN – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di SMA Negeri 8 Medan, Kamis (1/10/2026), berlangsung khidmat, tertib dan penuh semangat kebangsaan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga besar SMAN 8 Medan, mulai dari kepala sekolah, para guru dan tenaga kependidikan hingga seluruh peserta didik.

Upacara menjadi momentum untuk kembali mengenang sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana upacara berlangsung tertib sejak awal hingga selesai. Para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan ideologi Pancasila.
Kepala SMA Negeri 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta didik agar tidak melupakan sejarah serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
“Jangan lupakan sejarah. Bersikaplah sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila, yaitu berketuhanan, berperikemanusiaan, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan demi menciptakan keadilan sosial,” pesan Eka Sri Wahyuni Purba.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah serta keadilan sosial, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku nyata di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh siswa SMAN 8 Medan untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menjunjung sikap saling menghormati serta terus membangun karakter sebagai generasi penerus bangsa.
“Pancasila harus kita hayati dan amalkan, bukan hanya dihafalkan. Generasi muda harus memahami sejarah bangsa agar memiliki rasa cinta tanah air dan mampu menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia,” tegasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 8 Medan pun diharapkan semakin memperkuat karakter peserta didik yang nasionalis, visioner, unggul dan bermartabat, sekaligus menjadikan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang terus menanamkan nilai kebangsaan.
(Lukman H Gultom)
