JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan penataan besar terhadap jajaran pemerintahan dengan melantik sejumlah menteri, wakil menteri, pejabat strategis negara, sekaligus pimpinan baru Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, Presiden Prabowo melantik 10 menteri dan wakil menteri berdasarkan Keppres Nomor 104/P Tahun 2026.
Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik
Berikut nama-nama yang masuk dalam susunan terbaru Kabinet Merah Putih:
-Bahlil Lahadalia — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
-Sugiono — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
-Dudung Abdurachman — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
-Arrmanatha Christiawan Nasir — Menteri Luar Negeri.
-Muhammad Sarmuji — Menteri Perindustrian.
-Drajad Hari Wibowo — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
-Nurkholisoh Ibnu Aman — Wakil Menteri Keuangan.
-Luky Alfirman — Wakil Menteri Keuangan.
-Muhammad Saleh Mustafa — Wakil Menteri Pertanian.
-Irwan Meilano — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
SUYUDI ARIO SETO RESMI JADI KAPOLRI
Perubahan penting juga terjadi di pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Presiden Prabowo resmi melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan berlangsung di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994. Dalam pelantikan tersebut, pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal Polisi. Pengangkatan Suyudi berdasarkan Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026.
Pergantian juga terjadi pada posisi Wakapolri. Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri, menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Wahyu sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran serta merupakan lulusan Akpol 1992.
LISTYO SIGIT DAPAT TUGAS BARU
Usai meninggalkan posisi Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Sementara itu, Dedi Prasetyo mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Presiden juga menganugerahkan tanda kehormatan kepada keduanya atas pengabdian mereka.Selain itu, Presiden Prabowo melantik Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala BPKP dan Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
OMBUDSMAN RI JUGA BERGANTI
Dalam rangkaian agenda yang sama, Presiden Prabowo menyaksikan pengucapan sumpah Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI dan Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman RI untuk sisa masa jabatan 2026–2031.
PENATAAN PEMERINTAHAN
Rangkaian pelantikan ini menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah posisi strategis pemerintahan, mulai dari bidang koordinasi politik dan keamanan, pembangunan manusia, hilirisasi dan energi, diplomasi, industri, hingga kepolisian.
Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri, kepemimpinan baru Polri resmi dimulai. Presiden Prabowo dalam prosesi sumpah menekankan tanggung jawab jabatan, etika, serta pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Rangkaian perubahan tersebut menjadi salah satu reshuffle besar Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026, yang tidak hanya menyentuh jajaran menteri dan wakil menteri, tetapi juga sejumlah jabatan strategis negara serta pucuk pimpinan Polri.
(Redaksi)
