Teheran, – Dalam langkah tegas untuk menjaga kedaulatan nasional, otoritas keamanan Republik Islam Iran mengintensifkan upaya netralisasi terhadap sinyal komunikasi satelit ilegal “Starlink” di seluruh wilayah perbatasan dan kota-kota strategis. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai penertiban infrastruktur telekomunikasi, melainkan sebagai bagian dari Protokol Pertahanan Nasional menghadapi meningkatnya ancaman agresi militer dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Mengapa Sinyal Starlink Dianggap Ancaman Serius?
Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional menyatakan bahwa Starlink bukan sekadar layanan internet komersial, melainkan alat “Perang Hibrida” yang dikendalikan oleh kepentingan Pentagon. Berikut adalah poin-poin utama di balik tindakan penertiban tersebut:
- Penyediaan Jalur Koordinasi Intelijen: Teheran mengklaim memiliki bukti kuat bahwa terminal-terminal Starlink yang diselundupkan secara ilegal digunakan untuk memfasilitasi komunikasi agen-agen asing dan kelompok sabotase yang bekerja untuk kepentingan Barat.
- Navigasi Serangan Presisi: Di tengah laporan persiapan Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara atau “gempuran” terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran, keberadaan jaringan satelit orbit rendah (LEO) dianggap sebagai risiko tinggi karena dapat digunakan sebagai pemandu cadangan bagi drone atau rudal musuh jika sistem GPS utama terganggu.
- Provokasi dan Disinformasi: Pemerintah memandang bahwa akses internet tanpa filter ini digunakan untuk menyebarkan kepanikan dan berita bohong guna melemahkan moral rakyat Iran tepat sebelum potensi konflik bersenjata dimulai.
Kaitan dengan Persiapan Militer Amerika Serikat
Seiring dengan meningkatnya kehadiran armada tempur AS di kawasan Teluk, Iran memandang “pengepungan digital” sama pentingnya dengan pertahanan udara fisik. Para pejabat militer Iran menegaskan bahwa:
- Zona Larangan Sinyal: Menciptakan gangguan (jamming) terhadap Starlink adalah bentuk implementasi “Zona Larangan Sinyal” untuk memastikan tidak ada data telemetri yang bocor ke satelit-satelit milik perusahaan yang memiliki kontrak militer dengan Departemen Pertahanan AS.
- Kemandirian Digital: Iran mendorong warganya untuk beralih ke jaringan nasional yang lebih aman dan terverifikasi untuk mencegah penyadapan data massal oleh intelijen asing.
- Kesiagaan Perang Elektronik: Keberhasilan Iran dalam menetralisir sinyal satelit canggih ini menunjukkan kesiapan teknologi Electronic Warfare (EW) Iran dalam menghadapi persenjataan berbasis teknologi tinggi milik Amerika.
Detail Teknis: “Perisai Elektromagnetik” Iran Terhadap Starlink
Untuk menghadapi ancaman infiltrasi digital Amerika Serikat, militer Iran tidak lagi mengandalkan gangguan sinyal radio sederhana. Berdasarkan data intelijen lapangan dan laporan pertahanan, berikut adalah teknologi yang dikerahkan:
1. Sistem Perang Elektronik “Kalinka” & “Tobol”
Laporan intelijen militer menunjukkan bahwa Iran kemungkinan besar telah mengoperasikan sistem “Kalinka” dan “Tobol” yang dipasok atau dikembangkan bersama Rusia.
- Kalinka: Sistem ini mampu melakukan jamming presisi terhadap terminal individu Starlink dalam radius hingga 15 kilometer tanpa memerlukan antena raksasa yang mencolok.
- Tobol: Sistem yang lebih besar ini dirancang khusus untuk memutus sinkronisasi antara satelit di orbit rendah (LEO) dengan terminal di darat melalui teknik signal overriding.
2. Taktik “Electronic Shield” (Perisai Elektronik)
Berbeda dengan jamming GPS biasa yang hanya mengacaukan lokasi, Iran menerapkan taktik Electronic Shield. Taktik ini menargetkan frekuensi spesifik yang digunakan terminal Starlink untuk berkomunikasi dengan konstelasi satelit Elon Musk.
- Dampak: Mengakibatkan packet loss hingga 80%, yang secara efektif membuat layanan internet tidak bisa digunakan sama sekali untuk mengirimkan data video atau koordinasi militer.
- Efektivitas: Meskipun Starlink memiliki fitur ketahanan sinyal yang tinggi, penempatan jammer bergerak di gedung-gedung tinggi pusat kota seperti Teheran telah menciptakan zona buta total.
3. Deteksi Emisi Microwave
Pasukan keamanan Iran kini dilengkapi dengan alat pelacak radar yang mampu mendeteksi emisi microwave yang dipancarkan oleh antena Starlink saat sedang aktif. Hal ini memungkinkan aparat melakukan operasi penyitaan secara akurat terhadap lokasi-lokasi yang dianggap sebagai “sarang intelijen asing.”
Duel Teknologi: Adaptasi SpaceX vs. Pertahanan Elektronik Iran
Meskipun otoritas keamanan Iran telah mengerahkan sistem “Electronic Shield” yang masif, pihak SpaceX dan Elon Musk merespons dengan langkah-langkah teknis ekstrem untuk mempertahankan konektivitas. Berikut adalah detail dari garis depan perang digital ini:
1. Pembaruan Firmware “Anti-Spoofing”
SpaceX telah meluncurkan pembaruan firmware (perangkat lunak sistem) secara massal untuk terminal Starlink di zona bermasalah (terutama Teheran).
- Manual Override: Jika sebelumnya terminal sangat bergantung pada GPS untuk mengarahkan antena, pembaruan terbaru memungkinkan pengguna memasukkan koordinat secara manual atau menggunakan data lokasi kasar untuk mengabaikan sinyal GPS palsu (spoofing) yang dipancarkan oleh jammer Iran.
- Hasil Lapangan: Laporan dari tim teknis Starlink menyebutkan bahwa tingkat kehilangan data (packet loss) di Teheran berhasil ditekan dari 35% kembali ke sekitar 10% pasca pembaruan ini pada pertengahan Januari.
2. Pemanfaatan Jalur Laser (Intersatellite Links)
Teknologi “Laser Mesh” pada satelit Starlink generasi terbaru memungkinkan data dikirim antar satelit di luar angkasa sebelum diturunkan ke stasiun bumi (gateway) di luar wilayah Iran (seperti di Eropa atau wilayah samudera). Hal ini membuat upaya Iran untuk mengganggu stasiun bumi di wilayah kedaulatannya menjadi tidak relevan.
3. Starlink Digratiskan untuk Wilayah Iran
Sebagai respons atas pemutusan total internet nasional oleh pemerintah Iran pada 8 Januari 2026, SpaceX mengambil langkah provokatif dengan mengaktifkan layanan secara gratis bagi siapa pun yang memiliki perangkat di wilayah tersebut. Langkah ini dipandang oleh Teheran sebagai campur tangan langsung Amerika Serikat dalam urusan internal mereka.

