Nasib Pasukan Oranye Batu Bara: Kota Bersih, Perut Lapar karena Gaji Tak Kunjung Cair

Batu Bara, SUMATERA UTARA – Pernahkah kita membayangkan bagaimana jadinya sebuah kota tanpa petugas kebersihan? Saat kita memulai pagi dengan udara segar dan jalanan bersih, ada ratusan pahlawan kebersihan di Kabupaten Batu Bara yang sedang berjuang melawan rasa cemas.

Hingga hari ini, Senin (26/1/2026), sekitar 250 petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Perkim LH Kabupaten Batu Bara dilaporkan belum menerima gaji selama dua bulan terakhir, terhitung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.

Bekerja dengan Harapan, Pulang dengan Tangan Hampa

Meskipun hak mereka belum ditunaikan, para petugas yang terdiri dari penyapu jalan, supir truk sampah, kernet, petugas babat, hingga koordinator lapangan tetap terlihat berseragam dan bekerja di bawah terik matahari.

Tim Media Sumutbrantas sempat berbincang dengan salah satu petugas di lapangan pada Minggu (25/1) siang. Dengan nada getir, ia menceritakan kondisinya:

“Kami tetap kerja terus, Bang. Sampah kalau tidak diangkat sehari saja pasti menumpuk. Tapi kami juga manusia, punya keluarga yang butuh makan. Sejak Desember sampai sekarang, gaji belum ada tanda-tanda cair,” ungkap petugas yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan posisinya.

Di Mana Pejabat Terkait?

Masalah ini kian memanas karena belum adanya penjelasan resmi dari pihak dinas. Ironisnya, upaya tim media untuk meminta klarifikasi justru menemui jalan buntu.

Kabid Kebersihan, Erwansyah, hingga saat ini sulit dihubungi. Nomor teleponnya terpantau tidak aktif, bahkan muncul dugaan bahwa nomor awak media sengaja diblokir guna menghindari konfirmasi terkait keterlambatan upah ini. Sikap “bungkam” pejabat publik ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi para pekerja yang menggantungkan hidup dari gaji bulanan tersebut.

Apa Dampaknya Jika Terus Dibiarkan?

Penundaan gaji ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan pelanggaran terhadap hak dasar pekerja sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja dan PP No. 35 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Jika pemerintah daerah tidak segera memberikan titik terang, potensi polemik di tengah masyarakat akan semakin meluas. Bukan tidak mungkin, aksi mogok kerja massal akan menjadi pilihan terakhir para petugas jika perut mereka tak lagi bisa berkompromi dengan janji-janji manis.

Masyarakat Batu Bara bertanya-tanya: Sampai kapan para pejuang kebersihan ini harus bekerja dengan “perut lapar”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *