DELI SERDANG — Kemacetan kembali terjadi di sejumlah ruas jalan kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis, 10 September 2026 sore, terutama setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
Sejumlah titik yang terdampak diantaranya Jalan Pasar 3,Pasar 5 ,kawasan Pasar 7 Tengah, Jalan Pancasila, Jalan Amal Bakti hingga Jalan Pasar 7 Utama. Genangan air di beberapa ruas jalan membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan harus melaju perlahan untuk menghindari genangan, sementara volume kendaraan pada sore hari cukup tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang. Pengendara sepeda motor maupun mobil harus ekstra berhati-hati ketika melintasi ruas jalan yang tergenang. Situasi semakin berat karena aktivitas masyarakat pada sore hari memang cukup padat.
Persoalan yang Terus Berulang
Banjir dan kemacetan di kawasan Tembung bukan persoalan yang baru terjadi. Masalah tersebut telah dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun dan kembali muncul setiap kali hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Genangan air yang muncul di sejumlah titik tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan. Dalam kondisi tertentu, pengendara juga kesulitan mengetahui kondisi permukaan jalan karena lubang maupun kerusakan jalan dapat tertutup oleh genangan.
Masyarakat mempertanyakan kinerja Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dan entah sampai kapan persoalan tersebut harus terus berulang tanpa adanya solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah.
Warga Minta Pejabat Turun Langsung
Warga berharap pemerintah dan seluruh pejabat serta instansi terkait tidak hanya turun ketika terjadi banjir atau kemacetan secara seremonial, tetapi melakukan peninjauan langsung dan mencari solusi permanen.
“Persoalan ini sudah bertahun-tahun. Setiap hujan turun, masyarakat kembali menghadapi banjir dan kemacetan. Kami berharap pejabat terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan, terutama setelah hujan, sehingga bisa diketahui apa sebenarnya yang harus dibenahi,” ujar warga.
Masyarakat berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap drainase, saluran pembuangan air, kondisi badan jalan serta sistem pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.
Perlu Solusi, Bukan Penanganan Sementara
Penanganan kemacetan ketika kondisi sudah parah memang diperlukan. Namun, masyarakat berharap langkah tersebut tidak berhenti pada penanganan sementara.
Diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memetakan titik-titik rawan banjir serta mencari penyebab utama genangan. Jika persoalannya berkaitan dengan kapasitas drainase, sedimentasi, saluran tersumbat maupun kondisi infrastruktur, maka diperlukan penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kawasan Pasar 3,Pasar 5,kawasan pasar 7 Tengah, Jalan Pancasila, Jalan Amal Bakti hingga Jalan Pasar 7 Utama merupakan jalur yang penting bagi mobilitas masyarakat Tembung. Karena itu, persoalan banjir dan kemacetan yang terus berulang sudah sepatutnya menjadi perhatian serius.
Masyarakat kini berharap pejabat terkait benar-benar turun ke lapangan, mendengar keluhan warga dan menghadirkan solusi nyata, sehingga persoalan banjir dan kemacetan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak kembali menjadi masalah yang hanya dibicarakan setiap musim hujan.
(ZA)
