BANDUNG – Penataan dan revitalisasi Pasar Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, terus dikebut. Pembenahan dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi fisik pasar, tetapi juga memastikan keamanan, kenyamanan, ketertiban ruang dagang serta keberlangsungan aktivitas para pedagang.
Perumda Pasar Juara Kota Bandung menargetkan proses revitalisasi Pasar Ciroyom dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun. Pekerjaan tahap awal difokuskan pada lantai dasar dengan luas sekitar 9.000 meter persegi.
Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, mengatakan revitalisasi dilakukan setelah pihaknya melakukan uji kelayakan terhadap kondisi bangunan pasar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah komponen membutuhkan pembenahan serius. Salah satunya instalasi listrik yang berdasarkan audit teknis disebut memiliki tingkat kelayakan sekitar 27 persen, sehingga menjadi perhatian dari sisi keselamatan dan potensi risiko kebakaran.
“Revitalisasi ini adalah keharusan untuk menjamin keandalan bangunan dan mengembalikan fungsi Pasar Ciroyom sebagai pusat perdagangan yang layak dan aman,” ujar Pradana.
Pedagang Tetap Bisa Berjualan
Untuk memastikan roda perekonomian tidak berhenti selama pembangunan, Perumda Pasar Juara menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) di kawasan eks-Terminal Ciroyom, sisi utara pasar.
Relokasi pedagang tidak dilakukan secara serentak. Pedagang akan dipindahkan secara bertahap dan parsial, mengikuti tahapan pekerjaan konstruksi. Dengan skema tersebut, sebagian pedagang tetap dapat berjualan sementara bagian pasar lainnya dikerjakan.
Penataan juga mencakup aspek ruang dagang. Dari sekitar 1.054 ruang dagang, sebanyak 743 ruang atau sekitar 70,2 persen telah melakukan registrasi pembelian hak pakai.
Perumda menyebut nilai hak pakai bagi pedagang lama memiliki harga dasar Rp12 juta per meter persegi, sedangkan pedagang baru Rp23 juta per meter persegi. Nilai akhir dapat berbeda berdasarkan luas, jenis usaha, zona dan posisi ruang dagang, dengan dasar kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Pedagang Minta Keamanan dan Kebersihan Jadi Prioritas
Rencana pembenahan mendapat dukungan dari sejumlah pedagang, dengan harapan revitalisasi benar-benar menjawab persoalan yang selama ini dirasakan di lapangan.
Perwakilan pedagang, Koko Abdul Kholik, meminta aspek keamanan, kebersihan, parkir dan kelancaran lorong menjadi bagian penting dalam penataan.Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ciroyom, Haji Dadi, berharap pembangunan dapat segera berjalan dan kondisi pasar yang selama ini kerap becek serta kurang nyaman dapat diperbaiki.
Pemerintah Kota Bandung melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi, turut menyatakan dukungan terhadap revitalisasi tersebut. Penataan diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan revitalisasi yang dilakukan secara bertahap, Pasar Ciroyom diarahkan menjadi kawasan perdagangan yang lebih aman, tertib, bersih dan nyaman, tanpa mengabaikan keberlangsungan mata pencaharian pedagang selama proses pembangunan berlangsung.
(Redaksi/Tim)
