JAKARTA — Panggung wartawan parlemen di Senayan kini memiliki nahkoda baru. Rafyq Panjaitan, alumnus Universitas Sumatera Utara (USU), secara aklamasi dipercaya memimpin Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) periode 2026–2028.Rafyq menggantikan Ariawan yang telah memimpin KWP selama dua periode. Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung dalam Forum Sidang Pemilihan Ketua KWP di Wisma DPR RI, Kopo, Bogor, Jumat (2/10/2026).
Sekitar 190 wartawan parlemen menyatakan persetujuan terhadap Rafyq. Ketika pimpinan sidang Fredy Batari membacakan penetapan, pertanyaan “Apakah setuju?” langsung dijawab serentak dengan suara “Setuju!”
Penetapan secara aklamasi tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Rafyq mendapat mandat luas untuk membawa organisasi wartawan yang bertugas di lingkungan parlemen tersebut memasuki periode baru.
Bukan Sekadar Pergantian Ketua
Usai ditetapkan, Rafyq tidak langsung berbicara soal jabatan. Ia justru menekankan pentingnya kebersamaan, solidaritas dan kolaborasi seluruh anggota KWP.
“Kita bergandengan tangan, hand in hand, untuk sama-sama memajukan KWP,” ujar Rafyq.
Pernyataan tersebut menjadi pesan awal kepemimpinannya bahwa KWP tidak boleh berjalan hanya dengan mengandalkan ketua dan pengurus. Seluruh anggota harus terlibat dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik di lingkungan parlemen.
Alumni USU Bawa Nama Sumut ke Panggung Nasional
Terpilihnya Rafyq juga menjadi sorotan tersendiri bagi Sumatera Utara. Sebagai alumnus USU, Rafyq kini dipercaya mengomandoi organisasi yang menjadi wadah wartawan yang sehari-hari meliput aktivitas parlemen di tingkat nasional.
Mandat tersebut sekaligus menempatkan sosok asal Sumatera Utara itu pada posisi strategis di tengah dinamika politik nasional dan perkembangan informasi publik yang semakin cepat.
Di sisi lain, Ketua KWP demisioner Ariawan menitipkan pesan agar kepemimpinan baru tetap menjaga keutuhan dan solidaritas para jurnalis di lingkungan parlemen. Ia berharap komunikasi dengan seluruh anggota terus dijaga meski mereka berasal dari berbagai latar belakang media.
Tantangan Besar Menanti
Kepemimpinan Rafyq bukan tanpa tantangan. KWP dituntut mampu menjaga profesionalisme jurnalistik sekaligus memperkuat komunikasi antara wartawan parlemen dan lembaga legislatif.
Ketua BURT DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah sebelumnya menekankan pentingnya komunikasi dan konsolidasi antara DPR, Sekretariat Jenderal DPR dan KWP agar informasi mengenai kinerja parlemen dapat tersampaikan secara aktual kepada masyarakat.
Kini, bola berada di tangan Rafyq Panjaitan.
Alumni USU itu bukan hanya mendapat kursi ketua, tetapi juga memegang amanah untuk membawa KWP semakin solid, profesional dan mampu menjawab tantangan jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.
Periode 2026–2028 pun resmi dimulai. Rafyq Panjaitan kini menjadi nahkoda baru wartawan parlemen—dan publik menunggu gebrakannya.
(Redaksi/Tim)
