NAGEKEO, NTT — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan.
Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, menyalurkan bantuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.Bantuan tersebut disalurkan melalui Polres Nagekeo dan diterima serta diberikan langsung kepada warga terdampak di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.Rabu 7 Oktober 2026
Penyaluran bantuan dilakukan oleh KBO Lantas Polres Nagekeo, IPTU Indra Rauf, bersama sejumlah personel Satuan Lalu Lintas Polres Nagekeo.IPTU Indra Rauf menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari Ketua Bhayangkari Daerah Papua kepada masyarakat Nagekeo yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi.

“Bantuan ini merupakan bantuan kemanusiaan dari Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo,” ujar IPTU Indra Rauf.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih merasakan dampak bencana.
Warga Sampaikan Terima Kasih Mewakili masyarakat Desa Tonggurambang, Hendra Bayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Bhayangkari Daerah Papua beserta seluruh pengurus atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami warga RT 10 dan RT 11, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, beserta seluruh pengurus atas bantuan yang diberikan kepada kami,” ungkap Hendra..
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan kembali menata kehidupan setelah bencana.Bagi masyarakat terdampak, bantuan kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
(Zainuddin Abdullah/Ngk)
