WASHINGTON D.C., AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa dirinya tidak lagi mempersoalkan keberlanjutan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Trump, prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara singkat dengan stasiun televisi NewsNation, menyusul pengumuman Teheran yang menyatakan tidak lagi mematuhi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sebelumnya disepakati dengan Washington.
Ketika ditanya mengenai sikap Iran tersebut, Trump memberikan jawaban singkat.
“Saya tidak peduli,” ujar Trump.
Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran tetap sama, yakni mencegah negara tersebut mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.
Menurutnya, isu nuklir merupakan kepentingan keamanan nasional yang tidak dapat ditawar, terlepas dari perkembangan hubungan diplomatik kedua negara.
Kesepakatan berupa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran diketahui ditandatangani pada pertengahan Juni 2026 sebagai upaya meredakan konflik bersenjata yang melibatkan kedua negara, termasuk serangkaian operasi militer yang juga melibatkan Israel.
Namun, situasi kembali memanas setelah muncul perselisihan terkait pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Ketegangan tersebut memicu kembali aksi saling serang antara kedua negara.
Konflik yang terus berlangsung juga dilaporkan meluas ke kawasan Semenanjung Arab. Salah satu dampaknya adalah serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang dilaporkan menghantam wilayah Yordania, mengakibatkan dua personel militer Amerika Serikat tewas.
Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan regional maupun perekonomian global, terutama terkait jalur distribusi energi internasional.
Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa kedua negara akan kembali melanjutkan proses diplomasi dalam waktu dekat. Pemerintah Amerika Serikat maupun Iran masih mempertahankan sikap masing-masing di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Catatan Redaksi: Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan laporan media internasional. Situasi konflik bersifat dinamis sehingga perkembangan terbaru masih dapat berubah sesuai informasi resmi dari pihak-pihak terkait.
