Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mendadak bergejolak hebat. Erupsi menerus yang memuntahkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 14,6 kilometer di atas permukaan laut (FL480) kini berdampak langsung pada ruang udara nasional hingga memicu penutupan sementara di empat bandara utama.
Lumpuhnya Penerbangan Dampak Sebaran Abu Langkah darurat diambil guna menjamin keselamatan penerbangan akibat ruang udara yang terpapar material vulkanik. Berikut daftar bandara yang sempat menyetop operasionalnya:
- Soekarno-Hatta (CGK): Penutupan sementara pukul 02.08–13.30 WIB
- Halim Perdanakusuma (HLP): Penutupan sementara pukul 07.20–14.00 WIB
- Radin Inten II Lampung (TKG): Penutupan sementara pukul 04.18–10.00 WIB
- Budiarto Curug (RTO): Penutupan sementara pukul 06.48–09.30 WIB
Status operasional udara saat ini bergerak sangat dinamis tergantung pergerakan angin dan sebaran abu.
Hujan Abu Luas & Dentuman Kencang Sampai ke Bandung Erupsi yang memunculkan pendaran lava fountain ini melontarkan energi akustik masif. Suara gemuruh serta getaran kuat dilaporkan terdengar hingga ke pesisir Lampung, Banten, bahkan Bandung. PVMBG mengonfirmasi dentuman ini murni gelombang suara erupsi di lapisan atmosfer, bukan disebabkan gempa bumi tektonik.
Di darat, hujan abu vulkanik telah mengguyur kawasan pemukiman:
- Wilayah Banten: Meliputi 7 kecamatan di Kabupaten Serang, dengan dampak terparah di kawasan pesisir Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang.
- Wilayah Lampung: Menyasar puluhan desa di Lampung Selatan hingga Tanggamus, termasuk Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, Kota Agung, dan Rajabasa.
Hingga saat ini BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan struktur bangunan.
Status Siaga III: Penyeberangan Merak–Bakauheni Masih Aman Gunung Anak Krakatau masih menetap pada Status Level III (Siaga). Meski transportasi udara sempat terganggu, moda transportasi laut terpantau tetap aman. Jalur vital penyeberangan kapal feri Merak–Bakauheni masih beroperasi normal tanpa kendala gelombang.
Masyarakat juga diimbau tak perlu cemas akan ancaman tsunami. Badan Geologi mengevaluasi bahwa dimensi tubuh Anak Krakatau pasca-2018 belum cukup besar untuk memicu longsoran bawah laut skala masif.
Langkah Penanganan & Imbauan Darurat:
- Steril Radius 3 Km: Zona bahaya ditetapkan 3 kilometer dari kawah aktif. Wisatawan, nelayan, dan kapal tradisional dilarang keras mendekat.
- APD Wajib: Gunakan masker dan kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar rumah saat hujan abu turun.
- Lindungi Pasokan Air: Tutup rapat penampungan air dan bahan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
- Filter Informasi: Jangan menyebarkan berita atau rumor tak terverifikasi yang memicu kepanikan warga.
