MEDAN — Tingkat kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Pengetahuan dan pemahaman tentang mitigasi bencana di lingkungan sekolah menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang tanggap, sigap dan tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan tersebut, Dinas Sosial Kota Medan melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Medan menggelar kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan TMS bertujuan memberikan edukasi, sosialisasi mitigasi serta pemahaman tentang pengurangan risiko bencana kepada para siswa dan warga sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam maupun kondisi kedaruratan lainnya.
Materi dan edukasi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Roni Nasution, Karya Tarigan dan Robi Ginting, dengan didukung oleh sejumlah kru Tagana Kota Medan. Para narasumber memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, mengetahui langkah penyelamatan diri, memahami proses evakuasi serta tetap tenang dan mengikuti arahan ketika terjadi bencana.
Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami berbagai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadinya bencana. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan para siswa kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Program TMS juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini diharapkan membentuk karakter siswa yang peduli, disiplin, responsif dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
Dinas Sosial Kota Medan melalui Tagana Kota Medan terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi kebencanaan. Sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan kesadaran tersebut karena pengetahuan yang diperoleh siswa dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui Tagana Masuk Sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, memahami risiko di lingkungan sekitar serta mampu mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri dan membantu orang lain.
Kesiapsiagaan bukan dibangun saat bencana terjadi, tetapi dipersiapkan sejak dini. Dengan edukasi dan mitigasi yang berkelanjutan, risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan bersama dapat lebih terjaga.
(Lukman H Gultom)
