Medan, Sabtu, 29 Agustus 2026 — SMAN 8 Medan terus memperkuat komitmen dalam membangun karakter peserta didik melalui sinergi antara pihak sekolah dan orang tua/wali murid. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan kerja sama dalam pencegahan kenakalan remaja, yang diikuti oleh orang tua/wali murid kelas XII serta perwakilan orang tua/wali murid kelas X dan XI.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen SMAN 8 Medan dan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si. Pertemuan ini menjadi wadah komunikasi bersama untuk menyatukan langkah sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, disiplin, serta mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik.
Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah materi dan arahan disampaikan oleh beberapa Wakil Kepala Sekolah, di antaranya bidang Kesiswaan, Kurikulum, dan Hubungan Masyarakat (Humas). Pembahasan mencakup pentingnya kedisiplinan siswa, pengawasan dan pendampingan dari keluarga, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta langkah-langkah pencegahan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengganggu masa depan peserta didik.

Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para orang tua/wali murid yang menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak-anaknya.
“Kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang hadir dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan anak-anak kita. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga. Kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan agar komunikasi dan sinergi kita semakin baik,” ungkap Eka.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak, mampu menghargai orang lain, serta dapat mengambil keputusan yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dalam sesi tanya jawab dan dialog bersama, sejumlah orang tua/wali murid menyampaikan pertanyaan dan masukan, khususnya terkait aturan dan tata tertib sekolah serta pola pembinaan peserta didik.
Para orang tua juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh guru serta Kepala SMAN 8 Medan yang selama ini telah bekerja keras dan berjibaku dalam mendidik serta membentuk karakter para siswa.
Menurut para orang tua, hasil pembinaan tersebut mulai terlihat dari semakin banyaknya prestasi siswa dan berbagai kegiatan positif yang diraih SMAN 8 Medan dalam beberapa tahun terakhir. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan akademik, karakter, dan kegiatan positif di lingkungan sekolah terus berjalan.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan bersama. Sekolah berperan memberikan pendidikan, pembinaan dan pengawasan di lingkungan sekolah, sementara orang tua memiliki peran penting dalam memberikan perhatian, pendampingan dan pengawasan kepada anak di lingkungan keluarga.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkesinambungan, SMAN 8 Medan berharap dapat menciptakan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.
Sekolah dan orang tua bersatu, anak terlindungi dan berprestasi.
