Diserang Noel Ebenezer Soal Potensi Korupsi, Putra Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pasang Badan: “Ayah Sudah Kaya!”

Jakarta Pusat, DKI JAKARTA – Atmosfer persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mendadak memanas menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh terdakwa kasus dugaan pemerasan, Immanuel Ebenezer alias Noel. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut menyeret nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan menyebut sang menteri tinggal “sejengkal lagi” terjerat kasus korupsi dan akan segera menyusul nasibnya sebagai pesakitan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (09/02/2026).

Pernyataan Noel ini memicu reaksi keras dari keluarga besar Menkeu, terutama putra kandungnya, Yudo Achilles Sadewa. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Yudo secara tegas menepis tuduhan tersebut dengan mengedepankan latar belakang ekonomi keluarganya yang dianggap sudah mapan sehingga tidak memiliki alasan untuk melakukan praktik lancung.

Saling Lempar Tudingan: Antara “Angkat Koper” dan Integritas

Ketegangan bermula saat Noel Ebenezer memberikan pernyataan kepada awak media di sela-sela persidangannya pada Senin, 9 Februari 2026. Noel yang kini berstatus terdakwa dalam kasus korupsi pengurusan sertifikasi K3, mengklaim memiliki informasi akurat (A1) bahwa posisi Purbaya Yudhi Sadewa sedang terancam oleh para pemain liar di pemerintahan.

“Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK,” cetus Noel, sembari berkelakar mengubah akronim KPK menjadi “Komisi Penitipan Kasus” sebagai bentuk sindiran. Ia berdalih bahwa kebijakan reformasi yang dijalankan Purbaya telah mengganggu kepentingan banyak elit dan “bandit” di Republik ini, sehingga skenario kriminalisasi mulai membayangi sang Bendahara Negara.

Merespons serangan verbal tersebut, Yudo Achilles Sadewa melalui insta story di akun Instagram pribadinya langsung memberikan pembelaan menohok pada Kamis, 12 Februari 2026. “Ya iya lah kalau lo korupsi terima duit, kalau ayah mah udah kaya ngapain korupsi,” tulis Yudo dengan nada tajam menanggapi pemberitaan terkait pernyataan Noel. Pernyataan ini menegaskan keyakinan keluarga bahwa integritas Purbaya Yudhi Sadewa tetap terjaga meskipun berada di bawah tekanan politik dan isu hukum.

Tanggapan Santai Menkeu Purbaya: “Gaji Gue Cukup”

Berbeda dengan respons emosional putranya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi “peringatan” Noel dengan sangat tenang. Usai menghadiri Sidang Terbuka Satuan Tugas Debottlenecking di Jakarta, Purbaya menegaskan bahwa terdapat perbedaan fundamental antara dirinya dengan Noel Ebenezer yang kini tengah diadili.

“Noel kan terima (duit), kan gue enggak terima duit. Gaji gue gede di sini, cukup,” ujar Purbaya dengan santai. Ia menjelaskan bahwa risiko hukum bagi seorang pejabat negara biasanya muncul saat yang bersangkutan menerima gratifikasi di luar ketentuan resmi. Menurutnya, selama seorang pejabat tetap menjaga tangan tetap bersih, ruang geraknya tidak akan bisa dilumpuhkan oleh ancaman atau upaya pemerasan dari pihak luar.

Purbaya juga menepis kekhawatiran Noel mengenai kebijakan perpajakan dan bea cukai yang digarapnya akan berujung pada kriminalisasi. Ia menegaskan bahwa fokusnya hanya kepada mandat yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Saya hanya tanggung jawab ke presiden. Yang lain saya enggak peduli,” tegasnya menepis isu bahwa dirinya sedang tersandera oleh kepentingan kelompok tertentu.

Kontras Kasus: Dakwaan Gratifikasi Rp3,3 Miliar dan Motor Ducati

Untuk memberikan konteks yang adil, publik perlu melihat posisi hukum Noel Ebenezer yang saat ini menjadi dasar tudingan Purbaya. Berdasarkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK yang dibacakan pada 19 Januari 2026, Noel didakwa menerima gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp3.365.000.000,00 (tiga miliar tiga ratus enam puluh lima juta rupiah).

Tak hanya uang tunai, Noel juga disebut menerima barang mewah berupa satu unit sepeda motor Ducati Scrambler berwarna biru dongker. Pemberian tersebut diduga berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Ketenagakerjaan serta pihak swasta, yang berkaitan erat dengan jabatannya saat itu dalam mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kesenjangan antara dakwaan riil yang dihadapi Noel dengan tuduhan “prediksi” terhadap Purbaya Yudhi Sadewa inilah yang menjadi dasar Menkeu menilai peringatan tersebut sama sekali tidak berdasar. Penyelidikan kasus Noel sendiri terus bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta, sementara Purbaya tetap menjalankan tugasnya di kementerian di bawah pengawasan ketat masyarakat dan presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *