MEDAN — Tudingan miring yang diarahkan kepada seorang narapidana terkait aktivitas transaksi narkoba di dalam Lapas rontok dengan sendirinya setelah hasil pemeriksaan medis keluar. Pihak berwenang telah melakukan tes urine mendadak terhadap warga binaan yang bersangkutan, dan hasilnya dinyatakan negatif secara total dari segala jenis zat narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya.
Langkah medis ini diambil sebagai respons cepat atas beredarnya kabar burung yang disebarkan oleh sekelompok orang di luar Lapas. Pemeriksaan ini disaksikan langsung oleh jajaran pengamanan Lapas dan tim medis internal guna memastikan proses berjalan transparan dan objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Hasil ini sekaligus mematahkan narasi negatif yang sengaja dibangun untuk menyudutkan warga binaan tersebut.
“Pemeriksaan urine ini adalah bukti ilmiah yang tidak bisa dibantah. Ketika ada sekelompok orang menuduh adanya transaksi dan penggunaan narkoba, kami langsung buktikan dengan tes medis. Hasilnya negatif. Ini menunjukkan bahwa tuduhan di luar sana sama sekali tidak sinkron dengan fakta medis dan riil di lapangan,” kata perwakilan petugas medis Lapas.
Selain tes urine, petugas juga membongkar seluruh sudut kamar hunian narapidana yang bersangkutan untuk mencari keberadaan barang bukti fisik seperti handphone, timbangan digital, atau bungkusan narkoba. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif selama beberapa jam, petugas sama sekali tidak menemukan benda-benda terlarang tersebut. Kamar hunian dinyatakan steril dari barang ilegal.
Dengan adanya hasil resmi ini, pihak keluarga narapidana meminta agar masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi palsu yang merugikan. Pihak keluarga menilai ada motif persaingan atau kebencian pribadi dari sekelompok oknum yang sengaja memanfaatkan isu narkoba, karena isu ini merupakan isu yang paling sensitif dan mudah memicu kemarahan publik.
“Kami berharap publik bisa melihat fakta ini secara jernih. Kasihan keluarga yang di luar harus menanggung beban sosial akibat fitnah yang keji ini. Kami berterima kasih kepada pihak Lapas yang bertindak profesional dan membuka fakta yang sebenarnya ke hadapan publik,” ungkap salah satu anggota keluarga narapidana.
