Deli Serdang, SUMATERA UTARA – Kepolisian terus mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Kilometer 44, Kelurahan Sikeben, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7/2026). Dalam insiden tersebut, empat orang meninggal dunia dan enam korban lainnya masih menjalani perawatan medis.
Penyidik menyatakan proses hukum terhadap sopir truk pengangkut air mineral yang diduga menjadi penyebab kecelakaan masih berlangsung. Polisi mengindikasikan status sopir tersebut akan segera ditingkatkan menjadi tersangka setelah seluruh proses penyelidikan dan gelar perkara selesai dilakukan.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, mengatakan hingga Sabtu (18/7/2026), sopir berinisial IL masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Masih proses tersangka,” ujar Sri Lestari singkat.
Diduga Akibat Rem Blong
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Achmad Fauzi, menjelaskan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan dipicu oleh truk tronton bermuatan air mineral yang diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman (rem blong) saat melaju dari arah Kabupaten Karo menuju Kota Medan.
Truk tersebut kemudian kehilangan kendali dan menghantam sejumlah kendaraan yang berada di depannya di kawasan depan Restoran Garuda Green Hill.
Akibat benturan keras tersebut, sopir dan kernet truk dilaporkan selamat dengan mengalami luka lebam pada bagian wajah. Keduanya langsung diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sopir dan kernet sudah kami amankan di Polsek Pancur Batu untuk dimintai keterangan,” kata Achmad Fauzi.
Sembilan Kendaraan Terlibat
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan beruntun tersebut melibatkan sembilan kendaraan, terdiri atas:
- 1 unit truk tronton pengangkut air mineral;
- 2 unit truk Colt Diesel;
- 5 unit mobil minibus; dan
- 1 unit sepeda motor.
Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat akibat benturan beruntun yang terjadi di jalur utama penghubung Medan-Berastagi tersebut.
Empat Orang Meninggal Dunia
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat truk diduga mengalami rem blong dan menabrak delapan kendaraan lainnya.
“Truk bermuatan galon air mineral yang melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan diduga mengalami rem blong sehingga menabrak delapan kendaraan,” ujarnya.
Empat korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi masing-masing:
- Heppi Sitinjak (60), warga Kota Sidikalang;
- Dinaria Manik (60), warga Kota Sidikalang;
- Samsir Sitinjak (30), warga Kota Sidikalang; dan
- Anton Simorangkir (38), warga Kecamatan Sibolangit.
Sementara itu, enam korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, yakni:
- Siti Mawan (51);
- Pebrianto Siburian (31);
- Rafika Lince (41);
- Harta Ulina (50);
- Seventri Amandasari Manihuruk (27); dan
- Five Sitinjak (11).
Sebelumnya, kepolisian juga mendata sejumlah korban lain yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (18/7/2026), enam korban masih menjalani perawatan, sementara kondisi korban lainnya telah mendapat penanganan medis.
Penyelidikan Terus Berlanjut
Hingga kini, Satlantas Polrestabes Medan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi teknis kendaraan, keterangan saksi, serta hasil olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Apabila seluruh alat bukti telah dinyatakan lengkap, penyidik akan menetapkan status hukum sopir truk sesuai ketentuan yang berlaku.
Catatan: Dalam pemberitaan ini, sopir truk masih berstatus terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik berdasarkan alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
