Dua Hari Penuh Materi dan Praktik, PMR SMAN 8 Medan Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-31

banner 120x600
banner 468x60


MEDAN – Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 8 Medan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) PMR Angkatan ke-31 selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Oktober–1 November 2026). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMAN 8 Medan dan aula sekolah dengan rangkaian materi pembekalan yang padat, mulai dari dasar-dasar kepalangmerahan hingga praktik pertolongan pertama dan keterampilan lapangan.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Syarifah Aini, S.Ag., M.Hum., Pembina PMR Ahmad Fauzan Erwin, S.Pd. dan Nova Yanti Sinaga, S.Pd., M.Pd., serta pelatih M. Alif Al-Hasyir.

banner 325x300

Rangkaian pembukaan pada Sabtu malam (31/10/2026) diawali dengan tradisi makan malam bersama. Suasana kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia kepada Kepala Sekolah mengenai kesiapan dan pelaksanaan kegiatan Diklatsar.

Nuansa kebersamaan dan semangat pengabdian semakin terasa ketika peserta mengikuti tradisi penyalaan api unggun sebagai bagian dari prosesi pembukaan Diklatsar. Setelah itu, peserta mendapatkan berbagai materi kepalangmerahan yang disampaikan oleh pemateri dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Dalam arahannya, Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba,S.Pd M.Si berharap anggota PMR Angkatan ke-31 tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah.
“Saya berharap anggota PMR SMAN 8 Medan dapat menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, jiwa kerelawanan, tanggung jawab, dan kemandirian. Anak-anak PMR harus mampu menjadi panutan bagi teman-temannya maupun adik-adik kelasnya. Tunjukkan bahwa menjadi anggota PMR bukan sekadar mengenakan atribut organisasi, tetapi merupakan komitmen untuk menolong sesama dengan tulus, memiliki jiwa kemanusiaan, serta siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat,” tegas Eka.Ia juga berharap Diklatsar ini menjadi awal terbentuknya generasi PMR yang solid, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu menjaga nama baik SMAN 8 Medan.

Memasuki Minggu (1/11/2026), kegiatan dilanjutkan dengan materi dan praktik lapangan. Salah satu materi utama adalah pertolongan pertama serta refling (keterampilan tali-temali dan evakuasi dari ketinggian), yang dipandu oleh Irsan Daeng Malewa, ahli PPGD Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Irsan Daeng Malewa, yang akrab disapa Kak Daeng, memberikan apresiasi kepada SMAN 8 Medan atas semangat dan kemauan untuk meningkatkan kuota anggota sekaligus mengembangkan kemampuan serta keterampilan para peserta didiknya dalam ke PMR an.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota PMR SMAN 8 Medan agar semakin siap dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Daeng berharap kegiatan Diklatsar tidak berhenti pada Angkatan ke-31 saja, tetapi terus berlanjut melalui gelombang pendidikan berikutnya.
“Semoga ada gelombang tingkatan selanjutnya, biar ada estafet kepemimpinan dan kemampuan dalam hal PMR,” ungkapnya.

Menurutnya, keberlanjutan pendidikan dan pelatihan sangat penting untuk membangun regenerasi anggota PMR, sehingga pengetahuan, keterampilan, serta jiwa kepemimpinan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebelum kegiatan ditutup dan seluruh peserta dibubarkan, panitia memberikan pembelajaran tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Seluruh peserta diwajibkan membersihkan serta merapikan lingkungan sekolah dan aula yang digunakan selama kegiatan, termasuk mengembalikan seluruh barang pinjam pakai serta perlengkapan milik PMR SMAN 8 Medan ke tempat semula.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan dan tanggung jawab kebersihan diselesaikan, peserta bersama pembina dan pelatih melaksanakan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya Diklatsar PMR Angkatan ke-31.
Melalui kegiatan ini, PMR SMAN 8 Medan diharapkan mampu melahirkan anggota yang tidak hanya memahami teori kepalangmerahan, tetapi juga memiliki keterampilan pertolongan pertama, kedisiplinan, kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta kesiapan membantu sesama dalam situasi darurat.

Diklatsar ini menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi relawan muda yang berkarakter, tangguh, mandiri, dan memiliki semangat kemanusiaan.

(Lukman H Gultom)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *