PEKANBARU – Aneka kuliner khas Sunda, mulai dari Peuyeum Bandung, Sate Maranggi khas Plered, tahu Sumedang, baso cuanki, siomay, hingga cireng khas Indramayu, menjadi buruan masyarakat Kota Pekanbaru dalam bazar kuliner pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar di halaman Mall Pelayanan Publik (MPP), bekas Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman. Bazar ini diikuti puluhan paguyuban yang turut memperkenalkan beragam kuliner khas daerah masing-masing kepada masyarakat.

Kehadiran aneka makanan khas Sunda itu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga Sunda yang tinggal di Kota Pekanbaru. Bazar tersebut seolah menjadi pengobat rindu terhadap kampung halaman, sekaligus menghadirkan kembali kenangan akan cita rasa kuliner tanah Pasundan.
Sejak kegiatan berlangsung, warga Sunda tampak berduyun-duyun mendatangi stan kuliner untuk mencicipi makanan tradisional yang disajikan. Sate Maranggi khas Plered dan Peuyeum Bandung menjadi dua menu yang paling diburu pengunjung karena keberadaannya yang relatif jarang ditemui dalam kegiatan kuliner di Pekanbaru.
Aroma khas Sate Maranggi yang menggugah selera serta cita rasa manis Peuyeum Bandung menjadi daya tarik bagi pengunjung. Sementara itu, tahu Sumedang, baso cuanki, siomay, dan cireng turut menambah semarak pilihan kuliner yang ditawarkan dalam bazar tersebut.
Bagi warga Sunda yang merantau, kesempatan menikmati makanan khas daerah asal bukan sekadar urusan rasa. Lebih dari itu, kuliner menjadi bagian dari kenangan, identitas budaya, dan ikatan emosional dengan kampung halaman.

Ketua DPD Mitra Sunda Riau (MISURI) Kota Pekanbaru, Kang Dudung Sulaeman, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, bazar kuliner menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Sunda kepada masyarakat luas di Kota Pekanbaru.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Sedikit banyaknya, melalui bazar ini kita dapat memperkenalkan makanan khas Sunda kepada masyarakat Kota Pekanbaru. Harapan kami, kuliner Sunda semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” ujar Kang Dudung Sulaeman.
Ia menambahkan, keikutsertaan kuliner Sunda dalam kegiatan yang melibatkan puluhan paguyuban tersebut juga menjadi wujud nyata keberagaman budaya yang hidup di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, keberagaman kuliner dari berbagai daerah dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmasyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berjualan makanan, tetapi juga memperkenalkan budaya, menjaga identitas daerah, dan mempererat persaudaraan. Semoga kuliner Sunda bisa semakin berkembang dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Pekanbaru,” tutupnya.
Bazar kuliner pada puncak Hari Sumpah Pemuda ini menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat hadir melalui berbagai cara, termasuk lewat sajian makanan tradisional. Dari Peuyeum Bandung hingga Sate Maranggi, setiap hidangan membawa cerita tentang daerah asalnya sekaligus menjadi jembatan untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Kota Pekanbaru yang majemuk.
(Redaksi/Tim)
















