SLEMAN — Sebuah rumah tinggal yang sekaligus berfungsi sebagai tempat usaha pemotongan ayam broiler di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilaporkan mengalami peristiwa kebakaran secara berulang kali. Berdasarkan data hingga Jumat (29/5/2026), kediaman tersebut tercatat telah mengalami setidaknya 51 kali insiden kebakaran berskala kecil yang menghanguskan sejumlah perabot hingga pakaian penghuni rumah.
Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Sabtu (23/5/2026) dini hari oleh Mutfiana, anak dari pemilik rumah. Saat sedang melakukan aktivitas menyetrika, ia menyadari adanya kobaran api yang tiba-tiba membesar di area belakang kamar. Sejak insiden pertama tersebut, titik-titik api baru terus muncul secara berkala dan memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.
Respons Pemilik Rumah Terhadap Kedatangan Praktisi Spiritual
Dampak dari ramainya perbincangan di media sosial membuat kediaman korban banyak dikunjungi oleh warga, termasuk sejumlah praktisi spiritual atau paranormal yang berniat melakukan ritual tertentu. Mutfiana mengonfirmasi bahwa rumahnya kerap didatangi rombongan praktisi spiritual, terutama pada malam hari.
Kendati demikian, pihak keluarga menegaskan sikap mereka untuk tetap mengedepankan pembuktian ilmiah dan enggan mengaitkan fenomena tersebut dengan unsur mistis.
“Jika ada yang ingin membantu secara spiritual, kami sebatas menghargai dan menerimanya dengan baik karena niat mereka yang baik. Namun, untuk menduga-duga ke arah mistis, kami tidak ke sana. Peristiwa ini masih bisa dijelaskan secara logis,” ujar Mutfiana.
Ia mencontohkan salah satu insiden terbakarnya handuk pada gagang pintu, yang menurutnya dapat dianalisis melalui pendekatan ilmiah seperti adanya akumulasi gas tertentu atau timbulnya listrik statis akibat gesekan material.
Hasil Analisis Tim Gegana Brimob Polda DIY
Guna menyelidiki penyebab pasti dari rangkaian kebakaran tersebut, Tim Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) DIY telah diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan teknis.
Berdasarkan hasil analisis awal dari tim ahli di lapangan, sumber api diduga kuat dipicu oleh adanya akumulasi gas metana secara masif yang bersumber dari saluran pembuangan kotoran (septic tank) di sekitar area rumah.
Sebagai langkah mitigasi dan penanganan darurat, petugas berwenang telah menyarankan pemilik rumah untuk segera melakukan pengurasan total terhadap septic tank serta melakukan peremajaan pada seluruh instalasi pipa pembuangan. Pihak keluarga menyatakan telah menindaklanjuti rekomendasi teknis tersebut demi mencegah terjadinya kebakaran susulan dan memastikan keselamatan penghuni rumah.
